Leta (Dosa Kriminal)
-🌺 LETA 🌺-
DOSA KRIMINAL
(1) Seneŋ riaŋ dah kamu sai uraŋ. (2) Elah Hiyaŋ rigusi kamu kahendak bibas lapaŋ. (3) Barseneŋ dah kamu iaŋ elah mandeŋer riuh riaw tuɲjukan Saɲayaŋ. (4) Sai baŋet pamimpin, Hiyaŋ elah mamberi kamu kasaŋgupan buat mamilih apa iaŋ n'ak kamu buat. Itu bukan dah leta, iŋet! (5) Leta tu saada kalaku iaŋ maŋrusak baraŋ baŋet. (6) Telu leta dasar mu di unah tu mambunuh uraŋ, maŋrampas rada uraŋ, dan maneral uraŋ saŋet. (7) Leta ka uraŋ lahin tu 'nipu, maɲcalah, 'ɲakiti hati, 'ɲakiti kanampaʔ, 'ɲumbuŋ, barkasumat. (8) Leta ka diri tu maŋrusak diri deŋan 'ŋeɲam parmakanan parminuman iaŋ gawat, 'ɲcacatkan diri, maŋrubah katampaʔ diri bukan atas dasar kailukan apa kaurasan, dan 'ŋeɲam parmakanan parminuman iaŋ taʔ gawat saŋet salebay sahiŋga rapay gawat. (9) Leta ka siari tu maŋrusak liŋkuŋan tempat. (10) Itu dah l'leta iaŋ kena kamu hindar. Salahin tu, buat!
(1) Berbahagia rialah kalian sebagai manusia. (2) Telah Hyang berkati kalian (dengan) kehendak bebas yang lapang. (3) Berbahagialah kalian yang telah mendengar riuh kabar ajaran Senyayang. (4) Sebagai makhluk pemimpin, Hyang telah memberi kalian kemampuan untuk memilih apa yang ingin kalian perbuat. Itu bukanlah leta (dosa kriminal), ingat! (5) Dosa kriminal adalah semua perilaku yang merusak sebarang makhluk. (6) Tiga dosa kriminal dasar kalian kepada rakyat adalah membunuh orang, merampas harta orang, dan terlalu memaksa orang. (7) Dosa kriminal kepada orang lain adalah menipu, memfitnah, menyakiti hati, menyakiti fisik, berbohong, membalas dendam. (8) Dosa kriminal kepada diri sendiri adalah merusak diri dengan mengkonsumsi makanan-makanan dan minuman-minuman yang berbahaya, mencacatkan diri, merubah fisik diri bukan atas dasar estetika atau kesehatan, dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak terlalu berbahaya secara berlebih-lebihan sehingga menjadi berbahaya. (9) Dosa kriminal kepada alam adalah merusak lingkungan tempat tinggal. (10) Itulah dosa-dosa kriminal yang harus kalian hindari. Selain hal-hal tersebut, lakukanlah!
🌺 ⦶ 🌺
(11) Jaŋan dah kamu barkacuk deŋan sambaraŋ uraŋ. (12) Suŋguh barkacuk haɲa bardasar gasaŋ kalamin tu anu 'ŋgelikan. (13) Kacuk dah uraŋ iaŋ sahampiŋ kamu bargasaŋ atas ɲa, pun b'bener kamu kahasih dan sayaŋ. (14) Saada macem hubuŋan kahasih, Hiyaŋ barulihken kamu barkacuk, iaŋ pentiŋ tidaʔ atas dasar teralan. (15) Uraŋ iaŋ barkacuk atas dasar s'sama hendak tu bukan dah parjalaŋ. (16) Parjalaŋ tu uraŋ iaŋ 'ɲjual kalamin buat 'ndapet duit barnanal, dan itu bukan leta, hanya lacur lar. (17) Jangan eŋkau turus parlacur dengan turusan ranah. Lantar, itu urusan m'masing, itu urusan Hiyaŋ, urus urusan mu m'masing dah! Hiyaŋ taʔ beɲci parlacur, pintu liner salalu tarbuka libar.
(11) Janganlah kalian bersetubuh dengan sembarang orang. (12) Sungguh bersetubuh hanya berdasarkan nafsu seks itu adalah hal yang menjijikkan. (13) Setubuhilah orang yang di samping kalian bernafsu atasnya, juga benar-benar kalian kasihi dan sayangi. (14) Segala macam hubungan cinta, Hyang izinkan kalian bersetubuh, yang penting tidak atas dasar paksaan. (15) Orang yang bersetubuh atas dasar sama-sama mau itu bukanlah pelacur. (16) Pelacur adalah orang yang menjual seks untuk mendapatkan uang yang kumal, dan itu bukanlah dosa kriminal, hanya lacur (dosa non-kriminal) saja. (17) Jangan engkau hukum pendosa non-kriminal dengan hukuman dunia. Karena, itu urusan masing-masing, itu urusan Hyang, uruslah urusan kalian masing-masing saja! Hyang tidak benci pendosa non-kriminal, pintu tobat selalu terbuka lebar.
