Rumah
Jalan iasih, kelaku, dan tataran hidup.
Sanyayang menuntun manusia pada Hiyang, kasih sayang, dan kebenaran yang realistis.
Arah Utama
Agama baru yang menata batin tanpa memutus akar budaya.
Jaluray mengajarkan agama bukan hanya sekedar beban hafalan, kitab suci bukan hanya sekedar bacaan. Ia mengajarkan untuk jeli dalam berpikir, merenung, memakai logika, serta memberi manfaat pada alam dan masyarakat.
Kitab ini diturunkan untuk membimbing akhlak dan membersihkan hati, sehingga aspek ruhani manusia dapat terpenuhi tanpa membunuh akalnya.
Iasih
Kasih yang lahir dari Hyang, tidak berlebih menyakiti, tetapi menjadi manfaat nyata bagi kehidupan.
Tutur
Ayat dan ucapan yang jernih: menolak dusta, menjaga hati, dan mengajak manusia berpikir.
Kitar
Kesadaran atas semesta, ilmu alam, dan kitar kahasih yang mengingatkan manusia pada ketidaksempurnaan dunia.
Pelataran Belajar
Masuk melalui empat pintu.
Ajaran Dasar
Mengenal Hyang, nabi Tanda, dan kitab Jaluray untuk memahami Sanyayang.
Laku Harian
Sembahyang renungan, pembacaan, dan latihan sikap dalam kehidupan.
Jaluray
Ayat-ayat singkat yang membimbing akhlak, hati, dan cara berpikir yang benar.
Budaya
Bahasa Melayu, istilah, lambang, dan tradisi sebagai tempat ajaran ini bercakap.
Pegangan
Bukan sekedar mengimani, namun memahami, mengasihi, dan memberi manfaat.
Sanyayang mengajak manusia untuk tidak sekadar menerima, melainkan menelaah; tidak sekadar meyakini, melainkan memahami. Dengan akal, kasih, dan kesadaran, manusia akan semakin dekat dengan Hyang, kebenaran, dan kebermanfaatan.
- Menyembah dan menyanjung Hyang, bukan manusia atau benda.
- Berkasih dan berakhlak kepada alam dan sesama manusia.
- Memakai akal, logika, dan pengetahuan alam untuk mencari kebenaran.
- Menjadi manusia yang sadar, rendah hati, dan bermanfaat di dunia.
Tulisan Pilihan
Bacaan untuk memulai.
Apa Itu Sanyayang?
Pengenalan singkat tentang Hyang, Tanda, dan arah ajaran Sanyayang.
Sembahyang dan Renungan
Latihan sederhana untuk mengingat Hyang, menata ucapan, dan rendah hati sebelum berbuat.
Akal dan Tutur yang Jernih
Renungan tentang kata, logika, dan tanggung jawab dalam percakapan manusia.
Datang untuk memahami. Membaca untuk menyadari. Hidup untuk mengamalkan.
Di sini, setiap orang didorong untuk merenung, bertanya, dan memahami. Sebab kebenaran tidak disebarkan melalui ketakutan, melainkan melalui akal, kasih sayang, kesadaran, dan pengetahuan.
