Apakah Hyang Itu?

⌈ Cakep ⌋     ⌈ English


Hyang adalah representasi dari seluruh yang ada. Ada berarti baik yang ada dalam alam semesta (energi, materi, dan/atau apapun yang ada di alam semesta), di luar alam semesta (jika terbukti itu ada), sebelum alam semesta, sesudah alam semesta, dan apapun itu yang terbukti/dihipotesiskan ada.


Karena Hyang adalah representasi dari keseluruhan yang ada, maka Hyanglah pencipta segalanya, darinya semua berasal, dan darinya semua kembali. Senyayang memercayai sains dan menyerahkan semua kebenaran yang berhubungan dengan alam dan sosial kepada sains. Sebagai contoh, kita manusia berasal dari orang tua kita, orang tua kita berasal dari orang tua mereka, dan seterusnya hingga ditarik terus ke belakang dan kita memukan bahwa telah terjadi evolusi pada makhluk hidup. Dalam Senyayang, evolusilah cara Hyang menciptakan makhluk hidup, termasuk manusia. Makhluk hidup sendiri berasal dari benda mati yang secara sendirinya dengan kondisi yang sesuai mulai membentuk molekul-molekul penyusun kehidupan. Meskipun peristiwa itu terjadi secara sendirinya, namun semua itu dapat terjadi karena adanya materi dan energi yang ada sebelumnya yang adalah bagian dan representasi dari Hyang. Jadi, semua berasal dari Hyangnya (sesuatu yang ada sebelumnya). Bahkan, dapat kita asumsikan sebelum dentuman besar (big bang) yang membentuk alam semesta, juga boleh jadi terdapat sesuatu yang ada atau walaupun sebelum alam semesta ada yang ada hanyalah ketiadaan, tetaplah ketiadaan itu ada sebelum alam semesta ada dan dapat kita katakan ketiadaan itulah Hyang dari (yang ada sebelum) alam semesta ada.


Telah dijelaskan oleh Hyang dalam Jeluray bahwa hanya dengan sains kebenaran tentang fenomena alam dan sosial dapat diperoleh. Oleh karena itu, dalam Jeluray tidak ada penjelasan tentang fenomena-fenomena alam dan sosial. Di dalam Jeluray, Hyang hanya mengajarkan akhlak kepada manusia. Semua penjelasan mengenai alam dan sosial harus diperolah melalui sains (identifikasi masalah, eksperimen, metode ilmiah, observasi, dan sebagainya).


Agama yang berusaha menjelaskan fenomena alam dan sosial di dalam kitab sucinya adalah bias. Senyayang memandang hal itu hanyalah opini atau pendapat pribadi sang Nabi/Rasul yang membawa ajaran tersebut. Nabi dan Rasul tidak luput dari kesalahan dan mereka dapat saja memasukkan pendapat pribadi mereka ke dalam kitab suci yang diturunkan kepada mereka, Dalam agama Senyayang, kitab suci seharusnya hanya mengajarkan tentang konsep ketuhanaan serta akhlak yang baik.


Jadi, dapat kita simpulkan bahwa Hyang adalah sesuatu yang ada “sebelum” sesuatu yang lain ada. Maka, segala sesuatu tercipta/berasal dari Hyang. Segala sesuatu juga akan kembali kepada Hyang, artinya sesuatu tersebut akan menjadi Hyang dari sesuatu yang akan ada di masa depan.


Seseorang harus menyembah (menghormati) Hyang karena dari Hyangnya-lah ia berasal. Hyangnya termasuk tetuanya (orang tua, kakek nenek, dan seterusnya) serta alam semesta itu sendiri (menurut sebagian besar saintis alam semesta berasal dari ketiadaan, yang berarti hanya itulah yang ada sebelum alam semesta). Orang yang tidak mau menyembah Hyang berarti orang tersebut tidak mengakui bahwa ia berasal dari apa yang ada sebelum dirinya. Tentu itu adalah hal yang 100% salah, karena sesuatu yang ada, termasuk manusia, pasti berasal dari sesuatu yang ada sebelumnya. Tidak ada satupun benda yang menjadi ada secara tiba-tiba. Semua berasal dari yang ada sebelumnya melalui suatu proses, entah itu evolusi, pelapukan, sedimentasi, dan sebagainya.


Maka, sudah selayaknya lah kita menyembah Hyang, sesuatu yang membuat kita ada saat ini,


Itulah penjelasan tentang Hyang dalam ajaran Senyayang. Hendaklah Hyang memberikanmu penerangan hati.

Diberdayakan oleh Blogger.