Tujuan Hidup Dalam Senyayang: Hidup dan Mati
Tidak seperti agama-agama lain yang mengejar akhirat, agama Senyayang justru mengajarkan agar manusia memakai waktunya ketika hidup di dunia untuk memberi manfaat, baik kepada manusia maupun alam semaksimal mungkin. Artinya, dunia inilah yang harus diutamakan.
Dalam Senyayang akhirat, surga, dan neraka hanyalah kiasan yang digunakan oleh Hiyang/Allah/Tuhan/Dewa pada kitab suci sebelumnya untuk mendeskripsikan balasan terhadap perbuatan manusia di dunia. Senyayang percaya bahwa akhirat, surga, dan neraka tidaklah nyata. Jadi, semua itu hanyalah kiasan. Dalam Jeluray dijelaskan bahwa surga sesungguhnya adalah ketika seseorang dapat meninggal dengan tenang karena telah memberi manfaat kebaikan selama hidup di dunia sedangkan neraka adalah ketika seseorang meninggal dalam keadaan menyesal akibat tidak memberi manfaat, tidak menjalani hidup secara maksimal, ataupun justru berbuat kejahatan dan dosa.
Maka, dalam Senyayang setiap manusia didorong untuk mengejar kekayaan yang diperoleh dengan cara yang baik, Menjadi kaya tidak mesti menjadi seorang raja, presiden, pejabat, dan sebagainya. Seorang pelayan atau pembantu rumah tangga pun dapat menjadi kaya apabila mereka berusaha, misalnya dengan berinvestasi.
Kaya yang dimaksud tidak mesti memiliki harta yang berlimpah ruah. Seseorang sudah dikategorikan kaya apabila ia dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupanya. Kebutuhan primer seperti sandang, pangan, dan papan harus dapat terpenuhi. Kemudian kebutuhan sekunder seperti kendaraan pribadi, furnitur, perkakas rumah, dan barang-barang eletronik juga harus terpenuhi. Maka, setiap penganut Senyayang wajib bekerja mencari uang dengan cara yang halal agar dapat memenuhi semua itu. Sementara itu, keinginan adalah sesuatu yang bersifat hiburan dan atau rekreasi seperti berwisata, berolahraga, ikut sanggar seni, bersosialisasi, dan sebagainya. Jadi, dalam ajaran senyayang kekayaan harus dikejar. Yang harus difikirkan hanyalah cara membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan diri sendiri dengan cara mencari uang halal. Tidak boleh malas dalam bekerja. Bila perlu, seseorang harus selalu berfikir bagaimana cara untuk meningkatkan penghasilannya terus menerus.
Mencari uang adalah bentuk kebaikan yang utama. Dengan mencari uang secara halal, secara langsung seseorang harus memberi/memproduksi barang ataupun tenaga/jasa kepada masyarakat yang semua itu tentu membawa manfaat. Misalnya, seseorang yang bekerja sebagai buruh pabrik kertas, ia telah memberi manfaat dengan bekerja di sana, karena ia telah membantu produkasi kertas dan kertas adalah benda yang berguna di masyarakat.
Mencari uang secara haram adalah dosa dalam ajaran senyayang. Hal ini karena alih-alih memberi manfaat, perbuatan itu justru membawa kerugian bagi masyarakat. Membawa kerugian pada masyarakat tentu adalah sesuatu yang sangat berlawanan dengan ajaran Senyayang.
Selain bekerja mencari uang, tujuan hidup para Pesayang adalah berusaha mencipatakan hidup yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara mencari uang sebanyak-banyaknya ketika hidup, sehingga dapat diwariskan pada keturuannya setelah ia mati. Selain itu, membuat penemuan ilmiah, menulis buku yang bermanfaat, berinovasi, melakukan pembangunan, dan sebagainya juga termasuk perbuatan yang menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.
Itulah tujuan hidup dalam Senyayang yang bila terpenuhi seseorang akan dapat mati dengan tenang, yang adalah surga yang sesungguhnya. Dalam Senyayang, agama yang mengajarkan penganutnya untuk mengejar akhirat adalah suatu kebodohan karena akhirat (alam setelah kematian) itu tidak ada. Jangan sampai kita manusia mengejar sesuatu yang tidak ada. Seseorang yang telah mati hanya hidup dalam kenangan orang-orang yang mengingat dirinya. Karena itu, dalam senyayang mengirim doa kepada seseorang yang telah mati adalah sesuatu yang dianjurkan untuk mengingat dan mengenang mendiang. Selain tiu, hendaklah keluarga/kawan yang masih hidup mendoakan agar mendiang mati dengan tenang. Hal ini dilakukan agar mereka yang hidup dapat melepaskan kepergian mendiang dengan tenang karena kita percaya mendiang telah bahagia dengan kematiannya.
Dalam senyayang, ibadah hanyalah cara kita untuk memberi penghormatan kepada Hiyang yang darinya kita berasal, mencapai ketenangan rohani, dan sebagai penghiburan hati/jiwa. Menyembah Hiyang bukan berarti kita melupakan dunia,
Itulah rangkuman tujuan hidup dalam Senyayang. Terima kasih telah membaca. Hendaklah Hiyang memberi penerangan hati kepadamu.
