Tampan (Tampan)

 Cakep ⌋     ⌈ English


-🌺 TAMPAN 🌺-
TAMPAN

(1) Ini dah cerakep a. (2) S'sa parmuda, Tampan adan ɲa. Ia pulus, ia lugu, ia nitipu. (3) Nikapakay dah ia ulih parbeɲci untuk kapentiŋan rakay. (4) Siida kicuh diia saaken siida dapet ‘mberi kapakay. (5) Siida jaɲjiken ia saria biar ia tarbuay. (6) Siida iŋin manebar kabeɲcian liwat diia. (7) Suŋguh ia tak maŋiŋin itu saada, namun ia elah tarmakan katuluŋ da. (8) Cemitu dah jalan parbeɲci maŋgait ɲa. Ia niberi katuluŋ tipu sampay ia tak dapet 'nulak kaiŋin da. (9) Ia niberi beban iaŋ tak tarkira, utek ɲa barcabaŋ lima. (10) Suŋguh sihan jadup ɲa sampai ia tak dapet barbuŋa. (11) Ianu, ia dapet mamakay hidup ɲa sas’selap nia. (12) Namun pupus lantar nibatesi ulih parbeɲci iaŋ licik dan lipa. (13) Untuŋ dah hay ada Raɲja iaŋ 'mberi ɲa kapakay dan sumaŋet nyata.

(1) Inilah kisahnya. (2) Seorang pemuda, Tampan namanya. Ia polos, ia lugu, ia ditipu. (3) Dimanfaatkanlah ia oleh pebenci untuk kepentingan politik. (4) Mereka kecoh dia seakan-akan mereka dapat memberi manfaat. (5) Mereka janjikan surga supaya ia terbuai. (6) Mereka ingin menebar kebencian melalui dia. (7) Sungguh ia tidak mengingikan itu semua, namun ia sudah termakan jasa mereka. (8) Begitulah cara pebenci menggaitnya. Ia diberi jasa yang palsu sampai ia tak dapat menolak keinginan mereka. (9) Ia diberi beban yang tak terkira, otaknya bercabang lima. (10) Sungguh kasihan nasibnya sampai ia tak dapat berkembang. (11) Padahal, ia dapat menggunakan hidupnya semaksimal mungkin. (12) Namun pupus karena dibatasi oleh pebenci yang licik dan lipa. (13) Beruntunglah ada Ranja yang memberinya manfaat dan semangat yang nyata.

Diberdayakan oleh Blogger.